Pengawalan Hilirisasi, BRMP Riau Hadiri Rakor Dirjen Perkebunan Kementan
Kepala BRMP Riau dan Tim mengikuti rapat koordinasi dan sosialisasi anggaran pengawalan kegiatan hilirisasi tanaman perkebunan di Bogor pada tanggal 28-29 Agustus 2026. Kegiatan ini dalam rangka percepatan pelaksanaan program hilirisasi komoditas tanaman perkebunan tahun anggaran 2026.
Kegiatan dipimpin Direktur Perbenihan Perkebunan Ebi Rulianti, SP., MSc serta turut hadir Sekretaris BRMP, dan seluruh Kepala BRMP/Direktur Wilayah selindo. dalam arahannya, Direktur Perkebunan menyampaikan untuk melaksanakan percepatan hilirisasi dan percepatan proses penyerapan anggaran untuk pelaksanan kegiatan di lapangan,
peningkatan produktivitas dan produksi (pasar domestik dan ekspor) melalui penyediaan benih perkebunan bermutu. Selain itu produksi benih dikerjasamakan dengan produsen penangkar benih sesuai spesifikasi serta pendekatan lokasi pembenihan dgn lokasi pengembangan kawasan yang bersumber dari benih yg dihasilkan (perluasan, peremajaan, rehab).
Peran BRMP dalam pengawalan dan monitoring mendukung hilirisasi perkebunan meliputi verifikasi, koordinasi, pengawalan dan monitoring serta pendampinan dan monitoring benih tanaman Perkebunan. Kegiatan pengawalan dan monitoring dimulai dari produksi benih di nursery, pemeriksaan hasil pekerjaan/pemeriksaan barang dan Penyaluran benih dan BAST untuk memastikan benih sampai ke petani dengan jumlah kondisi yang sesuai serta membantu penyusunan BAST.
Untuk Provinsi Riau progres penyaluran sudah mencapai 80% dengan rincian Kabupaten Inhil tahap I 3200 ha, tersalur 2319 ha dan sudah tanam 2026 ha. Kabupaten Kepulauan Meranti 1000 ha, sudah salur 841 ha dan sudah tanam 671 ha. Sedangkan Kabupaten Pelalawan dengan target 300 ha, belum ada penyaluran.